MUNTILAN – SMP Kanisius Muntilan kembali menggelar agenda dua tahunan yang paling dinanti-nantikan oleh seluruh warga sekolah. Pada tanggal 2 Februari 2026, sekolah ini sukses memberangkatkan rombongan dalam kegiatan Study Tour bertajuk "Specanist Goes to Bali 2026". Program ini bukan sekadar perjalanan wisata biasa, melainkan sebuah fasilitasi nyata bagi para siswa untuk mempelajari kekayaan budaya dan keberagaman nusantara secara langsung.
Perjalanan edukatif ini diawali dengan proses perencanaan yang sangat matang. Pihak sekolah melakukan koordinasi intensif dengan penyedia jasa tour guide, manajemen keuangan yang transparan, hingga komunikasi efektif dengan orang tua siswa. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan sebelumnya, antusiasme terlihat sangat tinggi, di mana peserta terdiri dari perwakilan siswa kelas 7, 8, dan 9. Untuk memastikan kenyamanan selama perjalanan panjang tersebut, armada bus besar dengan fasilitas memadai pun disiapkan.
Malam sebelum keberangkatan menjadi momen yang mendebarkan bagi para siswa. Banyak dari mereka yang mengaku tidak bisa terlelap karena membayangkan pengalaman tak terlupakan yang akan mereka temui di Pulau Dewata.
Saat hari keberangkatan tiba, keceriaan pecah di titik kumpul. Perjalanan menuju Bali diwarnai dengan tawa dan nyanyian bersama di dalam bus, menciptakan ikatan kekeluargaan yang semakin erat antar siswa. Rombongan tiba di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi pada tengah malam dan menyeberang menuju Pelabuhan Gilimanuk pada pukul 11.00 WIB hingga 12.30 WITA.
Destinasi pertama yang menyambut mereka adalah keindahan ikonik Pantai Tanah Lot. Meski cuaca Bali cukup terik, semangat siswa tak surut saat mengeksplorasi Monumen Bajra Sandhi untuk belajar sejarah perjuangan rakyat Bali. Hari pertama ditutup dengan megahnya patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) dan magisnya pertunjukan Tari Kecak. Hari kedua diisi dengan wisata budaya dan belanja di Toko Oleh-oleh Cening Bagus, menonton Tari Barong, serta mengunjungi desa terbersih di dunia, Desa Penglipuran. Penjelajahan hari itu berakhir dengan menikmati suasana sore di Pantai Kuta. Memasuki hari terakhir, siswa berkesempatan mengunjungi pusat kata-kata unik di Joger dan menikmati ketenangan Danau Bedugul sebelum akhirnya bertolak pulang.
"Specanist Goes to Bali" terbukti menjadi daya tarik luar biasa bagi SMP Kanisius Muntilan di mata masyarakat. Melalui kegiatan ini, siswa mendapatkan wahana belajar yang nyata di luar ruang kelas, memperluas cakrawala berpikir, dan menanamkan rasa toleransi terhadap perbedaan budaya. Rombongan akhirnya tiba kembali di Muntilan dengan selamat, membawa pulang sejuta cerita dan ilmu yang bermanfaat bagi masa depan mereka.